LOMBOK TENGAH – Puluhan pelajar dengan seragam putih-hijau dan putih-putih duduk rapi di bawah tenda halaman sekolah. Sebagian mengacungkan jari antusias, sebagian lagi tersenyum sambil memeluk tas. Pemandangan sederhana ini adalah wajah nyata dari upaya Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan (IPNW) dalam “menjaga masa depan Nahdlatul Wathan”.
Foto ini di ambil pada kegiatan PC IPNW Praya Tengah di salah satu lembaga pendidikan binaan NW, ini menggambarkan semangat kaderisasi sejak dini. Di bawah atap terop yang dihias pita warna-warni biru, merah, dan putih, para pelajar NW berkumpul bukan hanya untuk belajar, tapi juga untuk menguatkan identitas ke-NW-an mereka.
Pita-pita warna-warni yang menggantung di atap menambah kesan bahwa kegiatan ini adalah perayaan. Perayaan ilmu, perayaan kebersamaan, dan perayaan masa depan NW yang sedang disemai.
IPNW: Garis Depan Penjaga Ideologi NW
Kegiatan mingguan dan bulanan bahkan tahun yang dilakukan, tujuannya bukan hanya menjadi acara seremonial-seremonial belaka, tapi juga wadah pembinaan karakter dan wawasan ke-NW-an yang massif.
Kita harus percaya masa depan NW ada di tangan mereka. Kalau sejak kecil mereka sudah kenal dengan ajaran dan apa yang ditinggalkan Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, hafal Mars NW, dan paham nilai perjuangan, maka 20, 50 tahun ke depan NW akan tetap kuat,” ujarnya.
Menjaga Bukan Berarti Menahan
“Menjaga masa depan NW” menurut IPNW bukan berarti menahan anak-anak di masa lalu. Justru sebaliknya, membekali mereka agar mampu menjawab tantangan zaman dengan bekal ke-NW-an.
Anak-anak dalam foto ini kelak akan jadi guru, dokter, petani, hingga pemimpin. Tugas IPNW hari ini adalah memastikan ke mana pun mereka pergi, nilai-nilai NW tetap melekat.
Seperti salah satu bait mars IPNW: “Ikatan pelajar Nahdlatul Wathan sebagai pewaris penerus Nahdlatul Wathan, menjadi penegak serta benteng pertahanan agama, bangsa negara dan nahdlatul Wathan”
Dan dari sorot mata anak-anak yang duduk bersila di atas tikar itu, tampak janji itu sedang dipahami. Pelan-pelan.
Karena masa depan Nahdlatul Wathan memang tidak dijaga di ruang rapat saja. Ia dijaga di halaman sekolah, di antara tawa, doa, dan semangat belajar para pelajarnya.