PC IPNW Pujut Safari Ramadhan

Pujut, Lombok Tengah — Semangat Ramadhan kembali terasa hangat di tengah masyarakat setelah Pimpinan Cabang IPNW Kecamatan Pujut menggelar Safari Ramadhan di Desa Mertak. Program yang telah menjadi agenda rutin setiap bulan suci ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi hadir sebagai gerakan nyata menghidupkan aktivitas keagamaan di tingkat dusun.

Safari Ramadhan tahun ini diawali dengan langkah yang penuh adab organisasi. Pimpinan terlebih dahulu melakukan matur atau memohon arahan kepada TGH. Lalu Abdurrahman Mukhtar, selaku Pengurus Cabang Nahdlatul Wathan Kecamatan Pujut. Setelah mendapatkan arahan, rombongan melanjutkan matur kepada H. Muhammad Awaluddin, pimpinan YPP Ishlahul Ummah NW Bunut Baok.

Dari rangkaian konsultasi tersebut, disepakati bahwa Desa Mertak menjadi lokasi pelaksanaan Safari Ramadhan tahun ini. Penetapan lokasi tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat terhadap tenaga keagamaan.

Menjangkau Tujuh Dusun Sekaligus

Kegiatan Safari Ramadhan difokuskan pada tujuh dusun yang tersebar di Desa Mertak, yakni:

  1. Dusun Kelekuh
  2. Dusun Parak Liku
  3. Dusun Celuakan
  4. Dusun Batu Pedang
  5. Dusun Montong Tekot
  6. Dusun Lingkuq Patung
  7. Dusun Buluruwe
Baca juga:  PENA Digital bersama PC dan PK IPNW se-praya timur

Setiap dusun diisi oleh dua hingga tiga orang anggota tim Safari Ramadhan. Pembagian ini dirancang agar setiap wilayah mendapatkan pendampingan intensif dan berkelanjutan sepanjang bulan Ramadhan.

Konsolidasi Sebelum Turun Lapangan

Sebelum pelaksanaan, panitia menggelar konsolidasi bersama seluruh kepala dusun se-Desa Mertak. Pertemuan ini berlangsung pada Senin, 16 Februari 2026 M, bertempat di Aula YPP Ishlahul Ummah NW Bunut Baok. Agenda tersebut menjadi forum koordinasi teknis sekaligus pemberitahuan resmi kepada para kepala dusun mengenai pelaksanaan Safari Ramadhan di wilayah masing-masing.

Setelah tahapan konsolidasi rampung, tim Safari Ramadhan PC IPNW Kecamatan Pujut secara resmi dilepas oleh H. Muhammad Awaluddin. Pelepasan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh harapan agar para peserta mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga:  Silaturahmi Pimpinan Wilayah IPNW NTB Dan Pimpinan Daerah IPNW Se-Nusa Tenggara Barat: Perkuat Gerakan Organisasi

Menghidupkan Musholla, Menguatkan Generasi

Program Safari Ramadhan tahun ini berfokus pada pengabdian langsung kepada masyarakat. Para peserta bertugas:

  1. Menjadi imam sholat tarawih
  2. Mengajar ngaji anak-anak
  3. Mengumandangkan adzan
  4. Membantu kegiatan keagamaan warga
  5. Menggerakkan aktivitas ibadah di dusun.

Langkah ini dinilai sangat relevan dengan kondisi di lapangan. Sejumlah musholla dan masjid di Desa Mertak diketahui mengalami keterbatasan tenaga keagamaan, khususnya imam dan guru ngaji. Kehadiran tim Safari Ramadhan pun menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut.

Masyarakat menyambut program ini dengan antusias. Warga mengaku terbantu, terutama dalam penyelenggaraan ibadah malam Ramadhan dan pembinaan generasi muda di lingkungan dusun.

Pesan Moral untuk Para Pelajar

Dalam sambutannya saat pelepasan tim, H. Muhammad Awaluddin memberikan pesan tegas kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap selama bertugas di tengah masyarakat.

Menurutnya, para pelajar harus mampu menunjukkan akhlak yang mencerminkan identitas mereka sebagai kader Nahdlatul Wathan. Ia mengingatkan agar peserta menjaga cara berpakaian, perilaku, serta sikap selama berada di lingkungan masyarakat.

Baca juga:  Ketua PD NW Lombok Tengah: IPNW masa depan Nahdlatul Wathan.

Pesan tersebut bukan sekadar nasihat formal, tetapi menjadi landasan moral bagi para peserta agar kehadiran mereka benar-benar membawa nilai dakwah dan keteladanan.

Ramadhan sebagai Momentum Pengabdian

Safari Ramadhan PC IPNW Kecamatan Pujut kembali menegaskan bahwa pengabdian sosial dan keagamaan dapat berjalan berdampingan. Program ini bukan hanya membantu kebutuhan teknis ibadah, tetapi juga memperkuat hubungan antara pelajar dan masyarakat.

Di tengah tantangan keterbatasan sumber daya di tingkat dusun, kehadiran generasi muda yang siap mengabdi menjadi energi baru bagi kehidupan keagamaan masyarakat.

Jika Ramadhan adalah bulan pembinaan diri, maka Safari Ramadhan ini adalah bukti bahwa pembinaan terbaik tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan menjelma menjadi manfaat bagi orang lain.

Mungkin anda suka